SEJARAH PRANCIS
SEJARAH PRANCIS
By : Ferdussi EL Syah Sinaro
Sejarah Prancis dimulai
pada Zaman Besi. Yang menjadi tanah Prancis saat ini merupakan tanah yang pada
zaman itu disebut oleh bangsa Romawi sebagai Galia. Para penyair Romawi
mencatat bahwa terdapat tiga kelompok etno-linguistik utama di daerah Galia:
kelompok Gaul, kelompok Aquitani, dan kelompok Belgae. Kelompok Gaul merupakan
kelompok terbesar yang kemudian bahasa mereka digunakan oleh orang-orang Kelt.
Bangsa Romawi dan
Kartago membentuk koloni yang terletak di pantai Mediterania dan pulau-pulau di
lepas pantai sekitarnya selama milenium ke-1 sebelum Masehi. Republik Romawi
kemudian mengambil daerah Gaul bagian selatan dan menjadikannya provinsi Gallia
Narbonensis di akhir abad ke-2 sebelum Masehi. Setelahnya, pasukan Romawi di
bawah pimpinan Julius Caesar menaklukkan sisa daerah Gaul dalam Perang Galia
yang terjadi tahun 58-51 SM. Setelahnya muncul budaya Gallo-Romawi dan daerah
Gaul semakin terintegrasi pada Kekaisaran Romawi.
Masuknya Bangsa Franks ke Prancis
Di akhir kekuasaan
Kekaisaran Romawi, daerah Gaul kemudian diserang dan menjadi tempat migrasi
oleh suku Franka Jerman. Raja Clovis I kemudian menyatukan sebagian besar Gaul
di bawah kekuasaannya di akhir abad ke-5, yang menyebabkan berakhirnya dominasi
kaum Franka di wilayah ini selama ratusan tahun. Kekuasaan Kaum Franka mencapai
puncaknya di bawah pimpinan Charlemagne. Kemudian pada abad pertengahan muncul
Kekaisaran Carolingian Charlemagne di bagian barat, dan mencapai puncak
kejayaannya di bawah peraturan yang dibuat oleh Hugh Capet pada tahun 987. Dari
situlah wilayah Galia berubah jadi France. Diambil dari nama Franks, suku yang mendiami Prancis.
Peristiwa Perang Seratus Tahun
Setelah kematian Raja
Direct Capetian pada tahun 1328, terjadi krisis yang menyebabkan serangkaian
pertempuran antara Wangsa Valois dan Wangsa Plantagenet. Pertempuran antara dua
Wangsa ini disebut pula dengan Perang Seratus Tahun, yang dimulai pada tahun
1337. Wangsa Plantagenet menuntut takhta akan kekuasaan Prancis. Meskipun
kemudian Wangsa Plantagenet meraih kemenangan di awal, termasuk saat berhasil
menangkap John II dari Prancis, keberuntungan berpihak pada Wangsa Valois di
akhir pertempuran. Salah satu sosok yang terkenal pada pertempuran ini adalah
Jeanne d'Arc, seorang gadis petani yang berani memimpin pasukan Prancis melawan
Inggris yang kemudian menjadi tokoh pahlawan nasional Prancis. Pertempuran
antara Valois dan Plantagenet berakhir dengan kemenangan di tangan Valois pada
tahun 1453.
Kemenangan Pada Perang Seratus Tahun
Kemenangan Prancis pada
Perang Seratus tahun berdampak pada penguatan sentimen nasionalisme Prancis
yang meningkatkan kekuatan kerajaan Prancis. Selama periode yang disebut
sebagai Rezim Ancien, Prancis menjadi kerajaan absolut dengan sistem
pemerintahan sentralisasi. Pada abad berikutnya, Prancis mengalami zaman
Renaisans dan Reformasi Protestan. Pada puncak Perang Agama Prancis, Prancis
kemudian dihadapkan dengan krisis lainnya, saat raja terakhir Valois Henry III
bertempur melawan faksi Wangsa Bourbon dan Wangsa Guise. Henry IV dari Prancis,
keturunan dari keluarga Bourbon, menang dalam pertempuran tersebut dan kemudian
mendirikan dinasti Prancis Bourbon. Kerajaan kolonial yang berkembang mendunia
kemudian terbentuk pada abad ke-16. Kekuatan Politik Prancis mencapai puncaknya
di bawah pemerintahan Louis XIV dari Prancis yang membangun Istana Versailles.
Revolusi Prancis
Kerajaan memerintah
Prancis hingga Revolusi Prancis, tahun 1789, Louis XVI dan istrinya, Marie
Antoinette, dieksekusi (tahun 1793), bersama ribuan warga sipil Prancis
lainnya. Setelah berbagai skema pemerintahan pendek, Napoleon mengambil alih
pemerintahan Republik tahun 1799, menjadikannya Konsul Pertama, dan kemudian
Kaisar apa yang kemudian dikenal sebagai Kekaisaran Pertama (1804–1814). Dalam
beberapa perang, pasukannya menguasai sebagian besar benua Eropa, dengan
anggota keluarga Bonaparte ditunjuk sebagai raja dari kerajaan-kerajaan yang
baru didirikan.
Setelah kekalahan
terakhir Napoleon tahun 1815 dalam Pertempuran Waterloo, monarki Prancis dibentuk
kembali, tetapi dengan pembatasan konstitusional baru. Tahun 1830, sebuah
pemberontakan warga sipil memaksa pembentukan Monarki Juli konstitusional, yang
berjalan hingga 1848. Republik Kedua yang berusia pendek ini berakhir tahun
1852 ketika Louis-Napoléon Bonaparte memproklamirkan Kekaisaran Kedua.
Louis-Napoléon mundur setelah kekalahan dalam perang Prancis-Prusia tahun 1870
dan rezimnya digantikan oleh Republik Ketiga.
Di akhir abad ke-18,
kerajaan dan institusi terkait yang berkuasa digulingkan oleh Revolusi Prancis.
Negara Prancis selama satu periode diperintah dalam bentuk Republik, hingga
akhirnya Kekaisaran Pertama Prancis dideklarasikan oleh Napoleon Bonaparte.
Prancis kemudian mengalami perubahan rezim setelah kalahnya Napoleon dalam
Peperangan era Napoleon, diperintah dalam bentuk kekaisaran, yang diikuti
dengan Republik Kedua Prancis, dan terakhir Republik Ketiga Prancis pada tahun
1870.
Perang Dunia
Prancis merupakan salah
satu negara Entente Tiga di Perang Dunia Pertama, bertempur bersama Inggris,
Rusia, Italia, Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman serta Blok Sentral.
Prancis termasuk dalam
salah satu negara yang tergabung dalam Blok Sekutu pada Perang Dunia II, tetapi
ditaklukkan oleh Nazi Jerman pada tahun 1940. Dan sebagian besar daerah di
Prancis berada di bawah kontrol Jerman. Kehidupan masyarakat Prancis cukup
keras saat itu akibat pasukan pendudukan Jerman yang selain menghabiskan sumber
daya makanan dan tenaga kerja, juga membunuh banyak pengikut Yahudi. Charles de
Gaulle memimpin pergerakan Pasukan Kemerdekaan Prancis yang satu per satu
kemudian mengambil alih kembali daerah kekuasaan Prancis, juga mengkoordinasi
gerakan Pemberontak Prancis.
Kebangkitan Prancis
Setelah Prancis
terbebas dari pendudukan Jerman pada musim panas 1944, Republik Keempat Prancis
berdiri, perlahan-lahan bangkit secara ekonomi dan mengalami peningkatan jumlah
kelahiran setelah sebelumnya memiliki tingkat kelahiran yang sangat rendah.
Perang dalam waktu lama di Indochina dan Algeria menghabiskan sumber daya
Prancis yang berakhir dengan kekalahan. Setelah terjadinya Krisis Algeria pada
tahun 1958, Charles de Gaulle membentuk Republik Kelima Prancis. Memasuki tahun
dekolonisasi 1960, semakin banyak daerah yang sebelumnya berada dibawah
Imperium Kolonial Prancis yang merdeka, sementara daerah yang lebih kecil
dimasukkan ke dalam negara Prancis sebagai Departemen Seberang Laut Prancis dan
Jajahan Seberang Laut Prancis. Sejak Perang Dunia II, Prancis telah menjadi
anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan NATO. Prancis memainkan peran penting
dalam persatuan setelah tahun 1945 yang kemudian melahirkan Uni Eropa. Walaupun
pertumbuhan ekonomi Prancis beberapa tahun terakhir cukup lambat dan terdapat
isu mengenai posisi minoritas Muslim dalam masyarakat Prancis, Prancis
merupakan negara dengan faktor ekonomi, budaya, militer, dan politik yang kuat pada
abad ke-21.
Komentar
Posting Komentar